Cara Mengatur Uang THR dan Bonus agar Tidak Habis Sebelum Lebaran
THR baru masuk, tetapi seminggu sebelum hari raya saldonya sudah tipis. Kejadian ini sangat umum, dan penyebabnya hampir selalu sama: THR dianggap "uang lebih" sehingga dibelanjakan tanpa rencana. Padahal, bagi banyak keluarga THR adalah pemasukan terbesar dalam setahun. Panduan cara mengatur uang THR ini memberi urutan prioritas yang jelas, contoh pembagian THR Rp5 juta, dan cara menjaga belanja Lebaran tetap di dalam batas.
THR: uang tambahan, bukan gaji ke-13 untuk dihabiskan
THR (tunjangan hari raya) umumnya dibayarkan kepada pekerja menjelang hari raya keagamaan. Karena datang sekali setahun dan jumlahnya besar, THR sering diperlakukan seperti hadiah. Akibatnya, pengeluaran membengkak tepat ketika godaannya juga paling besar: diskon menjelang hari raya, buka bersama, dan belanja untuk keluarga.
Cara pandang yang lebih sehat: THR adalah pemasukan yang sudah bisa diperkirakan. Karena bisa diperkirakan, pembagiannya juga bisa direncanakan sebelum uangnya masuk. Prinsip yang sama berlaku untuk bonus tahunan, jasa produksi, atau pemasukan besar lain yang datang sekali-sekali.
Uang THR untuk apa saja? Urutan prioritasnya
Bagi THR dari atas ke bawah. Pos yang lebih tinggi diisi lebih dulu, sehingga jika uangnya tidak cukup, yang dikurangi adalah pos di bagian bawah.
- Kewajiban: zakat dan sedekah. Sisihkan di awal, sebelum uang tercampur dengan belanja. Untuk ketentuan dan besaran zakat, ikuti panduan lembaga atau ulama yang Anda percaya.
- Utang. Bayar cicilan yang jatuh tempo, lalu pertimbangkan pelunasan lebih cepat untuk utang berbunga tinggi. Strateginya dibahas di cara melunasi hutang dengan metode snowball dan avalanche.
- Dana darurat. Jika belum punya, THR adalah kesempatan terbaik untuk memulainya. Patokan besarnya ada di panduan dana darurat.
- Kebutuhan hari raya. Mudik, angpao atau THR untuk keluarga, kue dan hidangan, baju. Beri batas untuk masing-masing.
- Tabungan dan tujuan. Sisanya untuk tujuan jangka menengah atau investasi, bukan belanja tambahan.
Urutan ini bukan berarti kebutuhan Lebaran tidak penting. Justru dengan mengamankan kewajiban dan cadangan lebih dulu, Anda bisa menikmati hari raya tanpa khawatir soal bulan-bulan setelahnya.
Contoh pembagian THR Rp5 juta
Misalkan THR Anda Rp5.000.000 dan Anda mudik ke kampung halaman. Pembagiannya bisa seperti ini:
| Pos | Porsi | Jumlah |
|---|---|---|
| Zakat dan sedekah | 5% | Rp250.000 |
| Pelunasan utang | 15% | Rp750.000 |
| Dana darurat | 20% | Rp1.000.000 |
| Mudik (transportasi dan oleh-oleh) | 24% | Rp1.200.000 |
| Angpao untuk keluarga | 12% | Rp600.000 |
| Kue dan hidangan Lebaran | 8% | Rp400.000 |
| Baju Lebaran | 6% | Rp300.000 |
| Tabungan tujuan | 10% | Rp500.000 |
| Total | 100% | Rp5.000.000 |
Dalam contoh ini, kebutuhan Lebaran (mudik, angpao, kue, dan baju) mendapat Rp2.500.000 atau separuh THR. Separuh lainnya bekerja untuk Anda setelah hari raya: utang berkurang, dana darurat bertambah, dan ada tabungan.
Angka di atas hanya contoh. Jika tidak punya utang, pindahkan porsinya ke dana darurat atau tabungan. Jika tidak mudik, porsi mudik bisa dipakai untuk kebutuhan lain atau ditabung. Yang penting, totalnya sama persis dengan THR yang diterima, sehingga tidak ada uang tanpa tujuan.
Kalau THR lebih kecil, misalnya Rp2,5 juta
Urutannya tetap sama, hanya porsinya yang disesuaikan. Misalkan tidak ada utang dan mudik dekat dengan kendaraan sendiri:
| Pos | Jumlah |
|---|---|
| Zakat dan sedekah | Rp125.000 |
| Dana darurat | Rp375.000 |
| Mudik (bensin, tol, oleh-oleh) | Rp1.000.000 |
| Angpao | Rp400.000 |
| Kue dan hidangan | Rp250.000 |
| Baju Lebaran (anak) | Rp100.000 |
| Tabungan tujuan | Rp250.000 |
| Total | Rp2.500.000 |
Dengan THR yang lebih kecil, pos yang paling mudah dikurangi adalah baju dan kue, bukan dana darurat. Tetap sisihkan cadangan walau kecil, karena kebiasaannya lebih penting daripada jumlahnya.
Menyusun anggaran kebutuhan Lebaran
Pos Lebaran paling mudah jebol karena terdiri dari banyak belanja kecil. Hitung dari rinciannya, bukan dari perkiraan kasar.
Mudik
Pesan tiket atau hitung bensin dan tol lebih dulu, karena biaya ini paling besar dan paling pasti. Sisakan sebagian untuk makan di perjalanan dan oleh-oleh. Jika tiket dibeli jauh hari dari gaji bulan sebelumnya, kurangi pos mudik di THR sebesar itu.
Angpao
Buat daftar penerima sebelum menukar uang. Misalnya 12 keponakan dan anak tetangga dekat, masing-masing Rp50.000, berarti 12 × Rp50.000 = Rp600.000. Dengan daftar, Anda tidak menambah amplop secara spontan di tengah silaturahmi.
Kue, hidangan, dan baju
Tetapkan batas sebelum ke pasar atau membuka aplikasi belanja. Bandingkan dengan pengeluaran Lebaran tahun lalu jika Anda punya catatannya. Baju baru bisa diprioritaskan untuk anak-anak, sementara orang dewasa memakai yang masih layak.
Agar THR tidak habis sebelum Lebaran
- Bagi di hari THR masuk. Begitu uang masuk, pindahkan dana darurat, tabungan, dan porsi utang ke tempatnya masing-masing. Yang tersisa di rekening harian hanya pos belanja.
- Biaya Ramadan diambil dari gaji, bukan THR. Takjil, buka bersama, dan sahur adalah pengeluaran bulanan. Masukkan ke anggaran bulanan agar tidak menggerogoti THR sebelum waktunya.
- Waspadai diskon menjelang hari raya. Diskon hanya hemat jika barangnya memang ada di daftar belanja Anda.
- Catat setiap belanja Lebaran. Dengan catatan, Anda tahu kapan pos kue atau baju sudah habis, bukan baru sadar setelah saldo menipis.
- Ingat bulan setelah Lebaran. Pengeluaran menumpuk di sekitar hari raya, sehingga gajian berikutnya bisa terasa jauh. Pastikan anggaran bulan itu sudah aman sebelum THR dibelanjakan.
Daftar periksa sebelum THR masuk
Siapkan hal-hal berikut satu atau dua minggu sebelumnya, supaya di hari THR masuk Anda tinggal menjalankan rencana:
- Perkiraan jumlah THR bersih yang akan diterima.
- Daftar utang dan cicilan beserta sisa dan tanggal jatuh temponya.
- Saldo dana darurat saat ini dan berapa kekurangannya dari target.
- Rincian biaya mudik: tiket atau bensin, tol, makan di jalan, oleh-oleh.
- Daftar penerima angpao dan jumlah per orang.
- Batas belanja untuk kue, hidangan, dan baju.
- Rekening atau dompet tujuan untuk dana darurat dan tabungan.
Mengatur bonus tahunan dengan cara yang sama
Bonus tahunan atau jasa produksi bisa diatur dengan urutan yang sama, hanya tanpa pos hari raya. Karena itu porsi untuk utang, dana darurat, dan tabungan bisa jauh lebih besar. Sebagai contoh, sebagian orang memakai bonus untuk menutup kekurangan dana darurat lebih dulu, lalu membagi sisanya antara tujuan jangka menengah dan sedikit hadiah untuk diri sendiri. Menyisakan porsi kecil untuk dinikmati justru membantu rencana bertahan, karena tidak terasa seperti hukuman.
Satu hal yang perlu dihindari: menaikkan gaya hidup bulanan karena bonus. Bonus belum tentu datang dengan jumlah yang sama tahun depan, sementara pengeluaran bulanan yang naik akan terus berjalan. Untuk mengatur penghasilan rutin, lihat cara mengatur gaji bulanan, dan untuk gambaran besarnya, panduan mengatur keuangan pribadi.
Mengatur uang THR di Artos
Rencana pembagian THR bisa dijalankan dan dipantau di Artos Money Manager:
- Catat THR sebagai pendapatan di rekening tempat uangnya masuk, dengan kategori sendiri, misalnya "THR dan bonus", agar terpisah dari gaji di Laporan.
- Pindahkan porsi cadangan dengan transfer. Buat dompet Dana Darurat dan Tabungan di Pengaturan › Dompet, lalu transfer porsinya di hari THR masuk. Transfer tidak dihitung sebagai pengeluaran.
- Catat pembayaran utang. Jika utang ke teman atau keluarga, pakai Pengaturan › Hutang & piutang lalu Bayar hutang; sisanya terisi otomatis.
- Buat kategori dan anggaran Lebaran. Tambahkan kategori Mudik, Angpao, Kue Lebaran, dan Baju Lebaran, lalu beri batas di Pengaturan › Anggaran bulanan › Tambah anggaran. Artos memperingatkan saat anggaran hampir habis atau terlewati.
- Evaluasi setelah hari raya. Buka tab Laporan dengan rentang tanggal sejak THR masuk sampai setelah Lebaran untuk melihat total per kategori. Catatan ini menjadi dasar anggaran tahun depan.
Ringkasnya: cara mengatur uang THR adalah membaginya sebelum dibelanjakan, dengan urutan kewajiban (zakat dan sedekah), utang, dana darurat, kebutuhan hari raya, lalu tabungan. Beri batas untuk mudik, angpao, kue, dan baju, ambil biaya Ramadan dari gaji bulanan, pindahkan cadangan ke rekening terpisah di hari THR masuk, dan catat setiap belanja agar THR tidak habis sebelum Lebaran.
Pertanyaan yang sering diajukan
Uang THR sebaiknya untuk apa saja?
Urutan yang umum dipakai: kewajiban seperti zakat dan sedekah, pelunasan atau cicilan utang, dana darurat, kebutuhan hari raya seperti mudik, angpao, kue, dan baju, lalu tabungan atau tujuan lain. Tentukan pembagiannya sebelum THR masuk agar tidak habis untuk belanja spontan.
Berapa persen THR untuk kebutuhan Lebaran?
Tidak ada angka baku. Sebagai contoh, banyak orang membatasi kebutuhan Lebaran sekitar setengah THR, dan sisanya untuk kewajiban, utang, dana darurat, dan tabungan. Jika mudik Anda mahal, kurangi pos lain seperti baju baru, bukan dana darurat.
Apakah THR boleh dipakai untuk melunasi utang?
Boleh, dan sering kali bijak, terutama untuk utang berbunga tinggi seperti kartu kredit, paylater, atau pinjaman online. Pastikan kebutuhan Lebaran yang wajib tetap terpenuhi agar Anda tidak berutang lagi setelah hari raya.
Bagaimana agar THR tidak habis sebelum Lebaran?
Bagi THR ke pos-pos di hari uangnya masuk, pindahkan dana darurat dan tabungan ke rekening terpisah, tetapkan batas untuk setiap kebutuhan Lebaran, dan catat setiap belanja. Biaya Ramadan rutin seperti takjil dan buka bersama sebaiknya diambil dari anggaran bulanan, bukan dari THR.