Cara Mencatat Keuangan Harian untuk Pemula (Lengkap dengan Contoh)

Tim Artos · · 8 menit baca

Gaji baru masuk tanggal 25, tetapi tanggal 10 saldo sudah tinggal sedikit, dan Anda tidak yakin uangnya ke mana. Hampir semua orang pernah mengalaminya. Obatnya sederhana dan tidak butuh keahlian akuntansi: mencatat keuangan harian. Panduan ini menjelaskan apa saja yang perlu dicatat, contoh catatan yang rapi, dan kebiasaan kecil yang membuat Anda tidak berhenti di minggu kedua.

Kenapa catatan keuangan harian itu penting

Mencatat bukan soal pelit atau menghitung setiap rupiah dengan cemas. Catatan keuangan memberi Anda data, dan data membuat keputusan jadi lebih mudah. Setelah satu bulan mencatat, biasanya ada tiga hal yang langsung terlihat:

Tanpa catatan, kita hanya menebak. Dan tebakan tentang uang hampir selalu terlalu optimis.

5 hal yang wajib ada di setiap catatan

Catatan yang terlalu detail melelahkan, terlalu ringkas tidak berguna. Lima kolom ini sudah cukup untuk hampir semua kebutuhan pribadi dan rumah tangga:

  1. Tanggal. Agar bisa dilihat per hari, minggu, dan bulan.
  2. Jenis: pemasukan atau pengeluaran. Uang masuk dan uang keluar harus dipisah dengan jelas.
  3. Jumlah. Angka sebenarnya, bukan dibulatkan. Rp47.500 tetap Rp47.500.
  4. Kategori. Makan & minum, transportasi, tagihan, dan seterusnya. Inilah yang membuat catatan bisa dianalisis.
  5. Sumber dana (dompet). Tunai, rekening bank, atau e-wallet. Berguna untuk mencocokkan saldo dan menemukan transaksi yang terlupa.

Tambahkan keterangan singkat bila perlu, misalnya "makan siang bareng tim" atau "token listrik". Foto struk opsional, tetapi berguna untuk belanja besar atau barang bergaransi.

Contoh catatan keuangan harian

Berikut contoh catatan satu hari seorang karyawan. Perhatikan bahwa isi saldo e-wallet tidak dihitung sebagai pengeluaran, karena uangnya hanya pindah tempat (penjelasannya ada di bagian kesalahan umum).

TanggalKeteranganKategoriDompetMasukKeluar
27 OktBelanja sayurRumah tanggaTunaiRp76.500
27 OktIsi saldo e-walletTransferBank → E-wallet(Rp200.000, bukan pengeluaran)
27 OktOjek ke kantorTransportasiE-walletRp24.000
27 OktMakan siangMakan & minumTunaiRp45.000
27 OktParkirTransportasiTunaiRp5.000
27 OktHasil jualan onlineUsahaE-walletRp350.000
27 OktKopi susuMakan & minumE-walletRp28.000
Total hari iniRp350.000Rp178.500

Dari tabel sekecil ini sudah ada informasi menarik: makan & minum menghabiskan Rp73.000, lebih dari 40% pengeluaran hari itu. Bayangkan apa yang terlihat setelah 30 hari.

Daftar kategori pengeluaran yang praktis

Kesalahan pemula adalah membuat 30 kategori sejak hari pertama. Mulailah dengan 8 sampai 12 kategori, lalu tambah hanya jika memang dibutuhkan. Contoh yang cocok untuk kebanyakan orang:

KategoriContoh isinya
Makan & minumMakan di luar, kopi, jajan, pesan antar
Rumah tanggaBelanja dapur, sabun, gas, galon
TransportasiBensin, ojek online, parkir, tol, KRL
TagihanListrik, air, internet, pulsa dan paket data
Tempat tinggalSewa kos atau rumah, cicilan rumah, iuran lingkungan
KesehatanObat, dokter, BPJS, asuransi
BelanjaPakaian, perlengkapan, barang elektronik
HiburanLangganan streaming, nonton, hobi, liburan
Sosial & ibadahSedekah, zakat, kondangan, hadiah
Pendidikan & anakSPP, buku, kursus, uang saku
Cicilan & utangKartu kredit, paylater, cicilan kendaraan
Lain-lainYang benar-benar jarang terjadi

Untuk pemasukan, cukup beberapa kategori: gaji, bonus, usaha/sampingan, dan lainnya. Jika kategori "lain-lain" mulai besar, itu tanda ada kategori yang perlu dibuat.

7 kebiasaan agar konsisten mencatat

Kebanyakan orang tidak gagal karena metodenya salah, tetapi karena berhenti. Kebiasaan-kebiasaan ini membuat mencatat terasa ringan:

1. Catat saat itu juga, maksimal 10 detik

Transaksi yang ditunda sampai malam sering terlupa, terutama yang tunai. Biasakan mencatat saat menunggu struk atau setelah membayar. Jumlah dan kategori saja sudah cukup; keterangan bisa menyusul.

2. Sisihkan 2 menit sebelum tidur

Buka catatan hari ini, cek apakah ada yang terlewat, lalu cocokkan uang tunai di dompet. Dua menit setiap malam jauh lebih mudah daripada menebak-nebak isi satu minggu sekaligus.

3. Jangan lewatkan transaksi kecil

Parkir Rp5.000 atau biaya admin Rp2.500 memang kecil, tetapi justru inilah yang membuat catatan tidak cocok dengan saldo. Dan saat catatan tidak cocok, motivasi untuk melanjutkan cepat hilang.

4. Pisahkan dompet sejak awal

Catat tunai, rekening, dan e-wallet sebagai dompet terpisah dengan saldo masing-masing. Saat saldo di catatan berbeda dengan saldo di aplikasi bank, Anda langsung tahu ada transaksi yang belum dicatat.

5. Otomatiskan yang rutin

Gaji, sewa kos, internet, dan langganan terjadi dengan jumlah yang sama setiap bulan. Mengetiknya ulang tiap bulan membosankan dan mudah lupa. Jadikan transaksi berulang supaya tercatat sendiri.

6. Pasang pengingat

Pengingat harian di jam yang sama, misalnya pukul 21.00, membantu sampai mencatat menjadi kebiasaan. Biasanya butuh beberapa minggu sampai Anda mencatat tanpa perlu diingatkan.

7. Lihat ringkasan seminggu sekali

Catatan yang tidak pernah dibaca hanya menjadi beban. Setiap akhir pekan, lihat tiga kategori terbesar dan tanyakan satu hal: apakah pengeluaran ini sepadan? Di sinilah mencatat mulai terasa manfaatnya.

Buku, Excel, atau aplikasi?

Tidak ada satu cara yang paling benar. Yang terbaik adalah cara yang benar-benar Anda pakai setiap hari. Perbandingan singkatnya:

Buku catatanExcel / Google SheetsAplikasi di HP
Kecepatan mencatatSedang, harus bawa bukuLambat di HPCepat, HP selalu dibawa
Total dan laporanHitung manualHarus buat rumusOtomatis
Grafik per kategoriTidak adaBisa, perlu diaturOtomatis
PengingatTidak adaTidak adaAda
Risiko hilangBuku hilang atau rusakRendah jika di cloudRendah jika ada backup
Cocok untukYang suka menulis tanganYang senang mengolah dataKebanyakan orang

Kombinasinya juga bisa: mencatat di aplikasi setiap hari, lalu mengekspor ke Excel di akhir bulan untuk analisis yang lebih dalam atau untuk diarsipkan.

Kesalahan yang sering terjadi

Cara mencatat keuangan harian di Artos

Artos Money Manager dibuat untuk kebiasaan di atas: cepat dipakai, tidak perlu daftar akun, dan datanya tersimpan di HP Anda sendiri. Langkahnya:

  1. Unduh dan buka Artos. Pilih mata uang, dan Anda bisa langsung mencatat. Kategori siap pakai sudah tersedia dan bisa diubah kapan saja.
  2. Tambah dompet di Pengaturan › Dompet: tunai, rekening bank, dan e-wallet, masing-masing dengan saldonya sekarang.
  3. Catat setiap transaksi dari tab Harian dengan tombol +. Isi jumlah (ada kalkulator di kolomnya), pilih kategori, tambahkan catatan atau foto struk bila perlu.
  4. Catat tarik tunai dan top up sebagai transfer dari menu + agar tidak terhitung sebagai pengeluaran.
  5. Jadikan gaji dan tagihan rutin berulang dengan memilih Ulangi saat membuat transaksi. Artos akan mencatatnya otomatis di setiap tanggalnya.
  6. Nyalakan pengingat harian di Pengaturan › Pengingat harian. Pengingat tidak muncul di hari Anda sudah mencatat.
  7. Buka tab Laporan untuk melihat ringkasan harian, bulanan, atau tahunan dan grafik per kategori. Butuh arsip? Ekspor ke Excel.
Tampilan tab Harian di aplikasi Artos berisi pemasukan, pengeluaran, dan saldo hari ini
Tab Harian di Artos: pemasukan, pengeluaran, dan saldo hari ini dalam satu layar.

Ringkasnya: catat lima hal (tanggal, jenis, jumlah, kategori, dompet), mulai dengan sedikit kategori, catat saat itu juga, otomatiskan yang rutin, dan baca ringkasannya seminggu sekali. Setelah satu bulan, Anda akan tahu persis ke mana uang Anda pergi, dan siap membuat anggaran bulanan yang realistis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah pengeluaran kecil seperti parkir perlu dicatat?

Perlu. Parkir, jajan, dan biaya admin terlihat kecil, tetapi dalam sebulan bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Justru pengeluaran kecil yang sering tidak terasa inilah yang paling banyak membuat uang "hilang".

Lebih baik mencatat keuangan di buku, Excel, atau aplikasi?

Yang terbaik adalah cara yang Anda pakai setiap hari. Buku cocok untuk yang suka menulis, Excel untuk yang senang mengolah data di laptop, dan aplikasi di HP paling praktis karena bisa dicatat saat itu juga dan laporannya dibuat otomatis.

Bagaimana kalau saya lupa mencatat beberapa hari?

Jangan berhenti. Cek mutasi rekening dan riwayat e-wallet untuk transaksi non-tunai, perkirakan pengeluaran tunai yang terlupa, catat sebagai satu transaksi "lain-lain", lalu lanjutkan mencatat mulai hari ini.

Apakah tarik tunai dan top up e-wallet termasuk pengeluaran?

Tidak. Tarik tunai dan top up hanya memindahkan uang dari satu dompet ke dompet lain. Catat sebagai transfer, lalu catat pengeluarannya saat uang tersebut benar-benar dibelanjakan.