Cara Mencatat Hutang Piutang Pribadi agar Tidak Lupa (dan Tetap Berteman)

Tim Artos · · 8 menit baca

"Eh, yang kemarin itu berapa ya?" Kalimat ini sering menjadi awal kecanggungan antara teman, saudara, atau rekan kerja. Masalahnya jarang karena ada yang berniat tidak membayar. Biasanya karena tidak ada yang mencatat: jumlahnya lupa, cicilannya simpang siur, dan menagih jadi terasa tidak enak. Artikel ini membahas cara mencatat hutang piutang pribadi yang rapi, termasuk contoh catatan, cara mencatat cicilan, dan contoh pesan menagih yang sopan.

Hutang dan piutang: bedanya

Keduanya sama penting untuk dicatat. Hutang yang terlupa merusak kepercayaan orang lain kepada Anda; piutang yang terlupa berarti uang Anda sendiri yang hilang.

6 hal yang perlu dicatat

  1. Nama orangnya. Satu orang, satu catatan, supaya semua pinjaman dan pembayaran dengan orang itu terkumpul di satu tempat.
  2. Arah: meminjam atau meminjamkan. Jangan sampai tertukar.
  3. Tanggal dan jumlah pinjaman. Angka persis, bukan "sekitar sejuta".
  4. Keperluan dan kesepakatan. Misalnya "untuk bayar kos, dikembalikan dua kali saat gajian". Kesepakatan yang tertulis mencegah salah paham.
  5. Setiap pembayaran. Tanggal dan jumlah setiap cicilan, sekecil apa pun.
  6. Dompet asal dan tujuan. Uang keluar dari rekening mana, dan pembayaran masuk ke mana. Ini membuat saldo Anda tetap cocok.

Simpan juga bukti transfer. Tangkapan layar transfer adalah bukti paling sederhana dan paling sulit dibantah.

Contoh catatan hutang piutang dengan cicilan

Misalkan Anda meminjamkan Rp1.000.000 ke Budi, yang mengembalikannya dua kali, lalu Anda meminjam Rp300.000 dari Sari. Catatannya:

TanggalOrangKeteranganJumlahSisa
3 OktBudiSaya meminjamkan (dari rekening bank)Rp1.000.000Budi berhutang Rp1.000.000
25 OktBudiPembayaran pertama (ke e-wallet)Rp300.000Budi berhutang Rp700.000
25 NovBudiPembayaran kedua (ke rekening)Rp400.000Budi berhutang Rp300.000
12 NovSariSaya meminjam (masuk tunai)Rp300.000Saya berhutang Rp300.000

Kolom sisa adalah kuncinya: jumlah pinjaman dikurangi total pembayaran. Dengan kolom ini, jawaban untuk "masih berapa ya?" selalu tersedia dalam hitungan detik, tanpa perlu menggulir chat berbulan-bulan.

Perhatikan juga bahwa di contoh ini Budi masih berhutang Rp300.000 dan Anda berhutang Rp300.000 ke Sari. Totalnya terlihat seimbang, tetapi itu dua urusan dengan dua orang yang berbeda. Jangan dicampur.

Jangan catat pinjaman sebagai pengeluaran

Ini kesalahan paling umum. Saat meminjamkan Rp1.000.000, banyak orang mencatatnya sebagai pengeluaran. Akibatnya:

Uang yang dipinjamkan masih milik Anda, hanya sedang dipegang orang lain. Cara yang benar adalah memperlakukannya seperti pemindahan uang: uang keluar dari dompet Anda dan berpindah ke "dompet" bernama Budi. Saat Budi membayar, uang berpindah kembali. Total kekayaan Anda tidak berubah, dan laporan pemasukan serta pengeluaran tetap jujur.

Cara menagih dengan sopan (plus contoh pesan)

Menagih terasa tidak enak karena terkesan tidak percaya. Padahal, dengan catatan yang jelas, menagih berubah dari "menuduh" menjadi "mengingatkan". Beberapa prinsip:

Contoh pesan yang bisa disesuaikan:

"Halo Budi, apa kabar? Mau cocokkan catatan, ya. Pinjaman tanggal 3 Oktober Rp1.000.000, sudah dibayar Rp300.000 tanggal 25 Oktober, jadi sisanya Rp700.000. Kira-kira kapan bisa dilanjut? Kalau mau dicicil lagi juga tidak apa-apa."
"Halo Budi, sekadar mengingatkan sisa pinjaman yang Rp300.000, ya. Kalau sudah ada, boleh ditransfer ke rekening yang biasa. Terima kasih!"

Pesan seperti ini sopan, jelas, dan memberi ruang. Kebanyakan orang justru lega diingatkan dengan angka yang pasti, karena mereka sendiri sering lupa.

Sebelum meminjamkan uang

Kalau Anda yang berhutang

Catatan yang sama berlaku ke arah sebaliknya. Beberapa tips agar hutang cepat selesai:

Mencatat hutang piutang di Artos

Artos Money Manager punya fitur hutang piutang yang bekerja persis seperti prinsip di atas: pinjaman diperlakukan sebagai perpindahan uang, bukan pengeluaran.

  1. Buka Pengaturan › Hutang & piutang, lalu ketuk Catat hutang.
  2. Pilih Saya meminjamkan atau Saya meminjam, isi nama, jumlah, dan dompet asal atau tujuan uangnya.
  3. Saat ada pembayaran, buka nama orangnya dan ketuk Terima pembayaran atau Bayar hutang. Jumlah sisa sudah terisi otomatis, dan bisa diubah untuk cicilan.
  4. Lihat ringkasan Piutang Anda dan Hutang Anda di bagian atas. Setiap orang menampilkan sisanya, atau Lunas bila sudah selesai.
Layar Hutang & piutang di aplikasi Artos dengan total piutang dan hutang serta daftar orang
Hutang & piutang di Artos: total piutang, total hutang, dan sisa per orang.

Karena pinjaman dan pembayarannya dicatat sebagai transfer, saldo dompet Anda ikut berubah tetapi tidak dihitung sebagai pendapatan atau pengeluaran. Laporan bulanan dan anggaran tetap akurat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya hutang dan piutang?

Hutang adalah uang yang Anda pinjam dan harus Anda bayar kembali. Piutang adalah uang yang Anda pinjamkan ke orang lain dan berhak Anda terima kembali.

Apakah uang yang dipinjamkan dicatat sebagai pengeluaran?

Sebaiknya tidak. Uang yang dipinjamkan masih milik Anda, hanya sedang dipegang orang lain. Jika dicatat sebagai pengeluaran, laporan bulan itu terlihat boros, dan saat dibayar kembali terlihat seperti pendapatan. Catat sebagai piutang, lalu catat setiap pembayarannya.

Bagaimana mencatat hutang yang dibayar dicicil?

Catat pinjaman awal satu kali, lalu catat setiap cicilan sebagai pembayaran terpisah dengan tanggal dan jumlahnya. Sisa hutang adalah jumlah pinjaman dikurangi total pembayaran.

Perlukah surat perjanjian untuk pinjaman ke teman?

Untuk jumlah kecil, catatan dan pesan konfirmasi di chat biasanya cukup. Untuk jumlah besar, buat perjanjian tertulis yang ditandatangani kedua pihak, berisi jumlah, tanggal, dan cara pembayaran, lalu simpan bukti transfernya.